"all or nothing !" atau "Maala yudraku kulluhu la yutroku kulluhu !" ……………………………………………………………………………………………………….bila tidak dapat menjangkau seluruhnya maka janganlah meninggalkan keseluruhannya

Posts tagged “mahasiswa

OKB akan muncul di Tembalang

kubik usahaSetiap lewat perkampungan di sekitar Tembalang ada saja kegiatan tempel menempel batu bata alias membuat bangunan baru. Jika bangunan yang dibuat tersebut berbentuk rumah pada umumnya, pastilah saya tidak akan menulis. Jadi teringat acara telivisi yang menceritakan seorang petani yang gagal berkali-kali dalm usahanya, baik pertanian dan peternakan. Kemudian setelah mencoba peternakan yang ‘unik’ yakni “jangkrik”, maka dalam waktu singkat kehidupan mulai berubah. Tetangga yang tadinya melihat dengan sebelah mata mulai mengikuti jejak beliau, hanya bermodalkan kotak kayu yang disekat-sekat, jangkrik akan dapat berkembang biak tanpa hambatan (hehe..emang jalan tol). Sampai sang petani tersebut berkata, ” bahkan saya tidurpun, jangkrik itu akan terus berkembang (ya iyalah..)”.

Lalu apa hubungannya dengan bangunan yang berbentuk petak-petak di Tembalang, ya kalau ternak “jangkrik” saja begitu mudah apalagi ternak “mahasiswa” yang tiap tahun pasti ada. Banyangkan saja jika besok UNDIP yang berlokasi di pinggir SimpangLima melaksanakan “bedhol deso” ramai-ramai pindah ke Semarang atas, bisa dipastikan seluruh kos-kosan yang ada penuh sesak.

Sebenarnya hal ini sudah menjadi rahasia umum, jika di lokasi yang dekat dengan ‘bisnis’ pendidikan akan bermunculan ‘bisnis-bisnis’ yang lain. Nah yang menjadi pertanyaan seberapa besarĀ  yang mempunyai “otak-kiri otak-kiri” menangkap peluang ini. Jangan-jangan malah bingung mau bisnis apa? (padahal berkali-kali ikut training enterpreneur, gara-gara hanya kepikiran ingin membuat petak-petak alias kandang jangkrik eh kamar mahasiswa).

NB (nulis bawahnya, hehe) –> ditengah resahnya para pebisnis sekitar pleburan yang akan di tinggal para mahasiswa ke tembalang…


Jargon Maling : Posisi Menentukan Prestasi


Memasuki hari kedua menjadi ‘satpol-UTS’ (pasti ada yang nyengir), menjadikan beberapa ‘pekerjaan’ menjadi tidak tersentuh. Utak-atik ‘mapserver’ agak sempoyongan,..ah sudahlah yang penting tugas tetap dilaksanakan.
Seperti biasanya jika sudah memasuki ruang ujian yang terdengar pertama kali adalah “bebas, bebas” atau “posisi menentukan prestasi”. Ternyata yang dimaksud adalah bebas untuk menentukan tempat duduk yang strategis untuk menjalankan ‘aksi’.
Jika sudah ‘teng’ tempur saat ujian berlangsung, yang dapat disaksikan adalah wajah-wajah tegang, duduk tidak tenang seperti orang sembelit, tengok kanan kiri…
Itulah potret ‘mahasiswa’ yang bangga dengan attribut mahasiswa, yang jauh berbeda dengan real-mahasiswa yang memang mempersiapkan diri untuk menjadi mahasiswa.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.