"all or nothing !" atau "Maala yudraku kulluhu la yutroku kulluhu !" ……………………………………………………………………………………………………….bila tidak dapat menjangkau seluruhnya maka janganlah meninggalkan keseluruhannya

Archive for April 25, 2011

Cuci otak vs cuci hati

Saat ini media masa kita sedang gencar mengulas “cuci-otak” ala NII , yang sebelumnya ramai memberitakan tentang “bom-buku” dan “bom-bunuhdiri”. Berkaitankah? hanya Allah yang maha tahu. Sudah sewajarnya jika media masa memberitakan sesuatu yang sedang “hot” agar pemberitaan dikatakan up to date , walaupun sebenarnya sumber beritanya mungkin hanya satu. Dan memang faktanya demikian, media masa saat ini tak ubahnya seperti burung beo yang bisa koor setelah ada komando dari tuannya. Tapi apakah memang demikian (tanya lagi), lantas bagaimana dengan alasan “periuk-nasi” , atau “asal-dapur ngebul”…? ah ogah ah ngebahasnya. Biarlah waktu yang akan menjawabnya dan toh mereka yang terlibat pasti akan dimintai pertanggung jawaban dari Sang Pencipta.

Sebagai orang awam saya mungkin hanya bisa menerka atau mereka-reka, apa sih sebenarnya yang diinginkan oleh mereka dengan pemberitaan semacam itu? Jika tentang “cuci-otak” harusnya kita sadar, bahwa sesungguhnya kita sudah mengalami “cuci-otak” sejak kita dilahirkan di bumi Indonesia tercinta ini.

Coba lihat, media kita…Apa sih yang ditayangkan setiap hari, hampir semua ada. Dari urusan perut sampai urusan yang keluar dari perut ada. Dari semir rambut sampai semir sepatu juga ada. Untuk urusan gaya hidup, dari pergaulan sampai aksesorisnya (ga usah diceritain) juga ada. Untuk urusan agama, adzan (walau cuma maghrib) dan ceramah (habis subuh) juga (dibikin) ada walaupun televisi 24 jam.

Lalu kita akan bertanya, apa lagi yang kurang kan sudah seimbang tuh dunia akherat..? kan yang penting untuk urusan agama kita sudah tunaikan yang wajib sholat, puasa, zakat bahkan haji…

Nah kalau begitu harusnya negara kita tentram dong, tapi kenapa masih ada saling jegal, masih ada korupsi, masih ada caci-maki, masih ada tawuran, masih ada berita-berita bombastis yang membuat hati miris, belum lagi problem kemiskinan, pengangguran, dan lain-lain dan lain-lain dan sebagainya….(sedang memikirkan apa lagi yang akan diberitakan media hari ini).

Sebagai seorang muslim tidak ada salahnya kita buka manual-book kita yang selama ini kita jaga dan tutup rapat2, untuk menjaga kesuciannya (alasan klise) sehingga membaca-pun belum pernah. Disana ada sebuah ayat dari surat An Nahl ayat 78 , yang artinya: ” Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. “

Lantas ketika kita ditanya sudahkah kita bersyukur? jawabnya: sudah.., kan kita sudah sering ucapkan alhamdulillah. Cukupkah seperti itu? Coba kita cek lagi.. Dahulu ketika Rasulullah SAW bengkak kaki karena lamanya beliau berdiri untuk sholat , ditanya apakah yang menyebabkan beliau melakukannya sedemikian hingga kaki bengkak, padahal Allah telah mengampuni beliau dari amalan beliau yang lalu maupun akan datang. Jawaban yang beliau sampaikan adalah ” apakah salah jika aku menjadi hamba yang bersyukur?”.

Jika kita lihat lagi penjelasan tentang makna Syukur maka kita akan mendapati 3 hal yakni:

1 . Bersyukur dengan hati atas kepuasan batin atas anugerah

2. Bersyukur dengan dengan lidah atas pemberinya dan mengakui anugerah yang diberikan

3. Bersyukur dengan perbuatan dengan cara memanfaatkan anugerah yang diberikan sesuai dengan tujuan sang pemberi.

Lantas setelah itu apa? yah yang ketiga itu sudah jelas yakni “memanfaatkan anugerah sesuai dengan tujuan sang pemberi” . Dan kita telah diberi PENDENGARAN , PENGLIHATAN, dan HATI

Jika tidak, apakah ada konsekwensinya? … coba kita tengok lagi manual book kita di dalam surat Al A’raf ayat 179 Allah memberikan rambu2 : “ Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk isi (neraka) Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata tetapi tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak digunakan untuk mendengar ( ayat-ayat Allah), mereka bagaikan binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Dalam ayat diatas Allah menyamakan orang-orang yang tidak memanfaatkan MATA, TELINGA dan HATI dengan binatang ternak bahkan lebih sesat, mengapa demikian?

Sekarang kita lihat seperti apa binatang ternak itu,..Binatang ternak adalah binatang yang terpelihara, mereka makan, minum, berkembang biak secara naluriah dan patuh tunduk terhadap pemeliharanya. Andaikan mereka mempunyai akal seperti manusia apa yang akan terjadi?  Andai Sapi dan kerbau bisa membuat pemotong rumput , tentu habislah persediaan yang ada dibumi. Andai kuda yang jadi lambang kejantanan itu bisa memproduksi film porno, berapa banyak film yang akan dihasilkan? Andai mereka bisa membuat tank dan kapal perang seperti apa dunia ini?

Itulah sedikit gambaran jika manusia tidak menggunakan seluruh anugerah /potensi yang diberikan oleh Allah. Jika binatang ternak itu patuh kepada tuannya, tapi manusia yang makan, minum, berkembang biak atas kemurahan Rabb Pencipta tapi tidak pernah tunduk dan patuh karena lalai atau bahkan selalu mencari celah dalam mensiasati untuk mengingkari ayat-ayat Allah.Jadi dikatakan bahkan manusia lebih sesat dari binatang ternak.

Padahal dengan ayat-ayat itulah Allah hendak mengangkat derajat manusia. Seperti yang Allah sebutkan lagi dalam surat Al A’raf  ayat 176 :

dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

Jika yang pertama dikatakan lebih sesat dari binatang ternak, maka jika mereka tetap dalam kondisi mengingkari mereka bagai anjing yang selalu menjulurkan lidah (karena pembangkangannya) terhadap ayat-ayat Allah.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.