"all or nothing !" atau "Maala yudraku kulluhu la yutroku kulluhu !" ……………………………………………………………………………………………………….bila tidak dapat menjangkau seluruhnya maka janganlah meninggalkan keseluruhannya

Archive for Desember, 2010

Tulisan Memble

Judul di atas bukan untuk mencibir atau mengolok-olok tulisan siapapun, tetapi untuk memotivasi diri agar dalam setiap penulisan tidak mengalami apa yang disebut “MEMBLE”. Tidak tahu mengapa kata-kata yang diambil adalah memble bukan yang lain, karena tulisan tersebut bukan saia yang membuat silahkan pembaca menanyakan langsung kepada penulisnya.

He..he jadi tulisan ini adalah saduran dari Om Farid Gaban, dimana beliau memberikan rambu-rambu tulisan yang disebut ‘memble’. Ada 7 rambu kegagalan yang disebutkan antara lain :

1. Gagal menekankan segala yang penting , seringkali karena gagal meyakinkan bahwa kita memahami informasi yang kita tulis.

2. Gagal menghadirkan fakta-fakta yang mendukung.

3. Gagal memerangi kejemuan pembaca, masih terlalu banyak klise, hal-hal yang umum. Tidak ada informasi spesifik yang dibutuhkan pembaca.

4. Gagal mengorganisasikan tulisan secara baik, organisasi kalimat maupun keseluruhan cerita.

5. Gagal mempraktekkan tata bahasa secara baik, salah membubuhkan tanda baca dan salah menuliskan ejaan.

6. Gagal menulis secara balans, sebuah dosa yang biasanya merupakan akibat ketidakpercayaan kepada pembaca, atau keengganan untuk membiarkan fakta-fakta yang ada mengalirkan cerita sendiri tanpa restu dari persepsi penulis tentang arah cerita yang benar, atau dengan kata lain menggurui pembaca, elitis.

7. Semua kegagalan itu bermuara pada kegagalan untuk mengkaitkan diri dengan pembaca. Banyak tulisan akan lebih baik, dan banyak tulisan yang dianggap sulit akan menjadi lebih mudah, jika kita ingat bahwa kita tidak sedang menulis sebuah novel besar. kita hanya mencoba menyalurkan sesuatu kepada mereka yang telah membeli (koran) kita.

Nah, setelah membaca pemaparan tersebut diatas boleh jadi kita akan menyambutnya dengan antusias alias mengkaji ulang tulisan-tulisan yang telah kita buat. Tapi bagi saia hal tersebut bukanlah satu-satunya pakem atawa patokan yang harus dipakai oleh setiap penulis. Karena bagi saia kegiatan menulis adalah sesuatu yang tidak boleh dibatasi oleh hal-hal yang bisa meng”kebiri” ke “khas”an isi dan gaya dari sang penulis itu sendiri.

Oleh karena itu dengan ini “saia nyataken bahwa saia menolak rambu-rambu diatas” hehehe….Apakah karena tulisan saia memble.? boleh jadi… tapi EGP..! (karena saia buka wartawan)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.