"all or nothing !" atau "Maala yudraku kulluhu la yutroku kulluhu !" ……………………………………………………………………………………………………….bila tidak dapat menjangkau seluruhnya maka janganlah meninggalkan keseluruhannya

Terbaru

Kultwit #NgajuinKPR a la @aryodiponegoro

Alhamdulillah tambah lagi ilmu yang datang dari dunia maya. Kali ini ilmu tentang properti yang dishare oleh seorang yang memang ahli dibidangnya yakni Aryo M. Diponegoro. Dan yang mungkin lebih dikenal dengan slogan “Kanan” nya, bahkan di profil twitternya ditulis “Indonesia Bagian Kanan”. Bagi yang belum mengenal tentang istilah “kanan” mungkin ada baiknya memfollow twitter di @aryodiponegoro (bukan promosi, semoga dapat pahala ikut nyebarin ilmu yang bermanfa’at…amin). Ok mungkin tidak usah diperpanjang basa-basi ini, hehehe…silahkan menyimak kultwitnya..

1.Eh udah tau kan KPR itu apa? Kredit Pemilikan Rumah! Beli rumah, dibeliin bank. Bukan Kredit Pemilikan Radio ^_^. #Ngajuin KPR

2. Namanya jg KPR, pilih dulu rumahnya, bilang ke yang jual kl mau diKPRin, baru #NgajuinKPR

3. Minta ke penjual, copy sertifikat, copy pbb, copy imb. Syukur2 dapet copy luwak. Sumpeh, makyus! #NgajuinKPR

4. Siapin syarat2mu unt#NgajuinKPR. Apa aja tuh? Copy ktp, copy slip gaji, copy rek tab 3 bln, copy npwp dll.

5. Datang ke Bank, bukan ke mall. Ente pikir belanja? #NgajuinKPR nih!

6. Bilang ke petugasnye kl mau #NgajuinKPR. Eh petugas Bank ye, bukan petugas Mall. Inget tuh! :D

7. Isi dah form pengajuan kredit dan serahin tuh syarat2 #NgajuinKPR. Sstt bukan isi pulsa ya! ^_^

8. Trus? Trus pulang dah! Jangan nginep! Kagak boleh nginep di bank! Ente kate yang punya? ^_^ #NgajuinKPR

9. Kl syarat dah lengkap, Bank survey tuh ke rumah yg mau dibeli. Diitung2 harganya ama bank. #NgajuinKPR

10. Syarat2 #NgajuinKPR juga dianalisa ama Bank. Bisa nyicil utang kagak nih!

11. Oh ya, cicilan KPR kurang lebih 30% dari penghasilan. #NgajuinKPR

12. Kl Bank udah setuju kasih KPR. Bank keluarin tuh surat persetujuannya. #NgajuinKPR

13. Kl udah dpt persetujuan, kita siapin biaya KPR ama persyaratan administrasinya. #NgajuinKPR

14. Biaya KPR itu ada biaya provisi, biaya administrasi, biaya asuransi jiwa dan kebakaran, biaya notaris. #NgajuinKPR

15. Biaya KPR kira2 5%-7% dari nilai KPR. #NgajuinKPR

16. Syarat administrasi itu ada kwitansi lunas uang muka, surat pencairan KPR dll. #NgajuinKPR

17. Nah, janjian deh ama penjual, bank ama notaris. Buat apa? Kencan? Bukan! Janjian buat AJB ama Akad Kredit! #NgajuinKPR

18. AJB itu apa? Akad Jual Beli dihadapan Notaris antara Penjual dan Pembeli. #NgajuinKPR

19. Sblm AJB, bayar pajak dulu. Ada Pph Final -kewajiban penjual sejumlah 5% dari harga. #NgajuinKPR

20. Ada pula BPHTB -kewajiban pembeli sejumlah 5% dari harga stlh dikurangi nilai jual tidak kena pajak. #NgajuinKPR

21. Abis AJB, saatnya Akad Kredit. Antara Bank dengan pembeli di hadapan Notaris. #NgajuinKPR

22. Usahakan Notaris AJB = Notaris Akad Kredit. #NgajuinKPR

23. Usahakan AJB dan Akad Kredit di hari yang sama. #NgajuinKPR

24. Stlh AJB dan Akad kredit, bank akan memproses pencairan KPR. Cepet kok, gak pake lama! #NgajuinKPR

25. Trus? Trus pulang ya. Jgn minta nginep! Kan udah dibilangin gak boleh nginep! #NgajuinKPR

26. Jgn lupa salam2an sama penjual, notaris dan petugas bank. Bilang makasih sdh dibantu. :p. Jgn peluk2an. Bukan muhrim! #NgajuinKPR

27. Trus? Tunggu bulan depan! Cicil tuh KPRnya. Kita itu hutang, bukan dapet hibah. Jangan kemplang hutang ya. #NgajuinKPR

28. Semoga bermanfaat. Maaf2 kata jika dibumbui bercanda. Silahkan jika berkenan bertanya. SalamAKSI SalamBERBAGI. #NgajuinKPR

 

Saya hanyalah upil dihadapan anda, Boss !

Bagi sebagian orang upil adalah makhluk yang menjijikkan, tapi bagi sebagian yang lain barangkali menjadi sesuatu yang mengasyikkan. Tentu saja menjijikkan jika itu upil orang lain yang diperlihatkan kepada kita, mengasyikkkan jika kita sendiri mengorek-ngorek sampai kemudian meremas sebentar lalu membuangnya. Sadar atau tidak ternyata kegiatan “ngupil” ini merupakan kegiatan hampir semua orang (hampir loh) , jadi kita tidak tahu apa sebenarnya yang mendasari seseorang untuk melakukannya.

Sedangkan “upil” itu sendiri adalah kotoran hidung yang memang ada, tetapi orang baru merasakan keberadaannya dengan cara mengorek-ngorek hidung. Dan itupun tidak ada jadwal yang yang pasti, dimana ada waktu luang kegiatan ngupil akan terjadi.

Lantas apa hubungannya saya dengan upil?? Jelas saya sendiri punya upil, tapi bukan itu yang mau saya share di sini. Seperti yang saya singgung di atas bahwa makhluq yang bernama “upil” itu memang ada tapi orang tidak menyadari keberadaannya. Dia baru sadar jika ada upil didalam hidungnya ketika jari-jari masuk ke lubang hidung, setelah didapat bisanya tidak langsung dibuang (tul nggak?..ngaku aja).

Persis seperti saya yang hanya pekerja rendahan cuma sekolah rendahan yang juga bergaji rendahan, sehingga orang dengan mudah merendahkan. Keberadaan pekerja rendahan tidak ubahnya seperti “upil”, walaupun postur tubuh gede tetaplah menjadi seekor “upil”. Seperti dalam percakapan sehari2 dalam logat Javaneese ‘koq mung sak upil’ maksudnya koq cuma kecil atau sedikit. Walaupun mereka ada tetap aja dianggap tidak ada, mereka dianggap ada ketika dibutuhkan (biasanya yang membutuhkan dalam keadaan emosi, marah-marah). Setelah puas dengan umpatan lalu sang “upil” dibuang.

Begitulah kira-kira, sikap orang-orang yang arogan, merasa kuasa, benar sendiri, tahu segalanya…hingga jika mereka berhadapan dengan “upil” mereka harus meremasnya. Dan jika mereka tidak butuh, walaupun sang ‘upil’ ada dihadapannya pura-pura tidak melihat padahal sang’upil’ siap dengan tundukan kepala tanda hormat kepada “BOSS”.

Tapi walaupun dianggap upil, tidak lantas menjadikan saya atau kita (yang senasib tentunya) rendah. Justru orang-orang yang merendahkan orang lain itulah yang rendah dihadapan-Nya dan semua makhluq-Nya.

Allah Swt telah menjelaskan dalam surat Al-Hujurat ayat 11 : “Hai orang-orang yang beriman,janganlah segolongan orang laki-laki merendahkan segolongan yang lain,boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula segolongan perempuan merendahkan segolongan yang lain, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Kemudian didalam surat Al -Hujurat ayat 13 Allah menjelaskan : “…. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang palaing taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

So,.. jika kita masih dianggap UPIL oleh orang lain ya..sabar aja bro…, sambil berkata woteper yu say Sir.. (logat javaneese)

Cuci otak vs cuci hati

Saat ini media masa kita sedang gencar mengulas “cuci-otak” ala NII , yang sebelumnya ramai memberitakan tentang “bom-buku” dan “bom-bunuhdiri”. Berkaitankah? hanya Allah yang maha tahu. Sudah sewajarnya jika media masa memberitakan sesuatu yang sedang “hot” agar pemberitaan dikatakan up to date , walaupun sebenarnya sumber beritanya mungkin hanya satu. Dan memang faktanya demikian, media masa saat ini tak ubahnya seperti burung beo yang bisa koor setelah ada komando dari tuannya. Tapi apakah memang demikian (tanya lagi), lantas bagaimana dengan alasan “periuk-nasi” , atau “asal-dapur ngebul”…? ah ogah ah ngebahasnya. Biarlah waktu yang akan menjawabnya dan toh mereka yang terlibat pasti akan dimintai pertanggung jawaban dari Sang Pencipta.

Sebagai orang awam saya mungkin hanya bisa menerka atau mereka-reka, apa sih sebenarnya yang diinginkan oleh mereka dengan pemberitaan semacam itu? Jika tentang “cuci-otak” harusnya kita sadar, bahwa sesungguhnya kita sudah mengalami “cuci-otak” sejak kita dilahirkan di bumi Indonesia tercinta ini.

Coba lihat, media kita…Apa sih yang ditayangkan setiap hari, hampir semua ada. Dari urusan perut sampai urusan yang keluar dari perut ada. Dari semir rambut sampai semir sepatu juga ada. Untuk urusan gaya hidup, dari pergaulan sampai aksesorisnya (ga usah diceritain) juga ada. Untuk urusan agama, adzan (walau cuma maghrib) dan ceramah (habis subuh) juga (dibikin) ada walaupun televisi 24 jam.

Lalu kita akan bertanya, apa lagi yang kurang kan sudah seimbang tuh dunia akherat..? kan yang penting untuk urusan agama kita sudah tunaikan yang wajib sholat, puasa, zakat bahkan haji…

Nah kalau begitu harusnya negara kita tentram dong, tapi kenapa masih ada saling jegal, masih ada korupsi, masih ada caci-maki, masih ada tawuran, masih ada berita-berita bombastis yang membuat hati miris, belum lagi problem kemiskinan, pengangguran, dan lain-lain dan lain-lain dan sebagainya….(sedang memikirkan apa lagi yang akan diberitakan media hari ini).

Sebagai seorang muslim tidak ada salahnya kita buka manual-book kita yang selama ini kita jaga dan tutup rapat2, untuk menjaga kesuciannya (alasan klise) sehingga membaca-pun belum pernah. Disana ada sebuah ayat dari surat An Nahl ayat 78 , yang artinya: ” Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. “

Lantas ketika kita ditanya sudahkah kita bersyukur? jawabnya: sudah.., kan kita sudah sering ucapkan alhamdulillah. Cukupkah seperti itu? Coba kita cek lagi.. Dahulu ketika Rasulullah SAW bengkak kaki karena lamanya beliau berdiri untuk sholat , ditanya apakah yang menyebabkan beliau melakukannya sedemikian hingga kaki bengkak, padahal Allah telah mengampuni beliau dari amalan beliau yang lalu maupun akan datang. Jawaban yang beliau sampaikan adalah ” apakah salah jika aku menjadi hamba yang bersyukur?”.

Jika kita lihat lagi penjelasan tentang makna Syukur maka kita akan mendapati 3 hal yakni:

1 . Bersyukur dengan hati atas kepuasan batin atas anugerah

2. Bersyukur dengan dengan lidah atas pemberinya dan mengakui anugerah yang diberikan

3. Bersyukur dengan perbuatan dengan cara memanfaatkan anugerah yang diberikan sesuai dengan tujuan sang pemberi.

Lantas setelah itu apa? yah yang ketiga itu sudah jelas yakni “memanfaatkan anugerah sesuai dengan tujuan sang pemberi” . Dan kita telah diberi PENDENGARAN , PENGLIHATAN, dan HATI

Jika tidak, apakah ada konsekwensinya? … coba kita tengok lagi manual book kita di dalam surat Al A’raf ayat 179 Allah memberikan rambu2 : “ Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk isi (neraka) Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata tetapi tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak digunakan untuk mendengar ( ayat-ayat Allah), mereka bagaikan binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Dalam ayat diatas Allah menyamakan orang-orang yang tidak memanfaatkan MATA, TELINGA dan HATI dengan binatang ternak bahkan lebih sesat, mengapa demikian?

Sekarang kita lihat seperti apa binatang ternak itu,..Binatang ternak adalah binatang yang terpelihara, mereka makan, minum, berkembang biak secara naluriah dan patuh tunduk terhadap pemeliharanya. Andaikan mereka mempunyai akal seperti manusia apa yang akan terjadi?  Andai Sapi dan kerbau bisa membuat pemotong rumput , tentu habislah persediaan yang ada dibumi. Andai kuda yang jadi lambang kejantanan itu bisa memproduksi film porno, berapa banyak film yang akan dihasilkan? Andai mereka bisa membuat tank dan kapal perang seperti apa dunia ini?

Itulah sedikit gambaran jika manusia tidak menggunakan seluruh anugerah /potensi yang diberikan oleh Allah. Jika binatang ternak itu patuh kepada tuannya, tapi manusia yang makan, minum, berkembang biak atas kemurahan Rabb Pencipta tapi tidak pernah tunduk dan patuh karena lalai atau bahkan selalu mencari celah dalam mensiasati untuk mengingkari ayat-ayat Allah.Jadi dikatakan bahkan manusia lebih sesat dari binatang ternak.

Padahal dengan ayat-ayat itulah Allah hendak mengangkat derajat manusia. Seperti yang Allah sebutkan lagi dalam surat Al A’raf  ayat 176 :

dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

Jika yang pertama dikatakan lebih sesat dari binatang ternak, maka jika mereka tetap dalam kondisi mengingkari mereka bagai anjing yang selalu menjulurkan lidah (karena pembangkangannya) terhadap ayat-ayat Allah.

Hollywood di Stop, Kaum “SUFI” resah

Daripada ndak nulis lebih baik nulis,…! pepatah dari negeri antah-berantah mengatakan demikian. Dengan judul tulisan agak ‘provokatif’ , saya hanya ingin mengeluarkan  uneg-uneg yang agak sedikit menggumpal (bukan menggumpil, karena hanya jadi upil hehe..). Mendengar hiruk -pikuk kaum ‘SUFI’ yang sedang koar-koar tentang distopnya film-film amerika (hollywood), dan kometar-komentar yang bertebaran di dunia nyata dan dunia maya agaknya memang seru.

Oke sekarang kita ambil cuplikan eh koq cuplikan…, memang film hehehe…yo wis nukilan aja deh..

*komentar mbah Sudjiwo Tedjo :

“Jadi menurut aku itu cuma kesewenang-wenangan pihak Amerika saja dan pasti mereka akan menang,” ujar Sujiwo Tedjo melalui telepon seluler, di Jakarta, Minggu (20/2).

Kesewenang-wenangan yang dimaksud Sujiwo Tedjo adalah dengan pemberlakuan kenaikan pajak tidak lantas merugikan pihak produsen film Hollywood.

“Sekarang film Avatar saja tayang di Indonesia bisa meraup Rp70 miliar . Kalau cuma bayar pajak sekian juta itu kan nggak ada artinya,” tuturnya.

“Nanti coba kita lihat, film Hollywood diturunkan banyak pihak bioskop teriak-teriak minta film Hollywood dimasukkan ke Indonesia lagi,” paparnya. (sumber: inilahdotcom).

*Nooca Masardi, juru bicara 21 Cineplex : “Ini bukan tentang kenaikan pajak film impor, tapi yang dipermasalahkan adalah, sejak Januari 2011 ini ada aturan dan penafsiran baru Direktorat Jenderal Bea Cukai atas Peraturan tentang pajak bea masuk yang lama, yang diberlakukan per Januari 2011, yakni, bea masuk atas hak distribusi,” katanya. Menurut Noorca kebijakan ini tidak lazim dan tidak pernah ada dalam praktik film di seleuruh Indonesia.

*Kaskuser :  hadoh bakal balik lagi nih ke jaman jahiliyah…

klo wrong man, in the wrong place yah begini nih jadinya…. ( ID : terangbulan04 )

Ane sih maLEs kLo harus nntn fiLm Indo…
Aneh2 semua…..
Yang Keren menrut ane cuma Denias,, sama LASKAR PELANGIGan…
( ID : Fantatista21 )

 

*Garin Nugroho : “kalau mereka memboikot, yang rugi mereka sendiri. Jadi marilah kita lihat informasi dengan benar.”

“kalau menurut saya, pemerintah harus lebih keras…”  (sumber : TVOne)

* Johan Tjasmadi (pengamat Film) : ” Asing sebenarnya menginginkan pola pikir kita ke arah barat, melalui film-film yang mereka buat , dengan leluasa mereka akan sedikit demi sedikit mempengaruhi semuanya” (sumber : TVOne)

*********************************

Nah itu sedikit nukilan-komentar yang muncul, mungkin anda sendiri punya pendapat atau mungkin juga uneg-uneg. Lebih baik salurkan ke hal-hal positif jangan malah mengumbar ke hal-hal negatif. Hanya karena terinspirasi revolusi Tunisia dan Mesir, tiba-tiba kita berteriak reformasi “bea-cukai” …. hah.. emang siapa yang peduli..!

Tapi yang jelas adalah kaum ‘sufi’ (suka film) menjadi sangat resah… betul ?

 

 

Tulisan Memble

Judul di atas bukan untuk mencibir atau mengolok-olok tulisan siapapun, tetapi untuk memotivasi diri agar dalam setiap penulisan tidak mengalami apa yang disebut “MEMBLE”. Tidak tahu mengapa kata-kata yang diambil adalah memble bukan yang lain, karena tulisan tersebut bukan saia yang membuat silahkan pembaca menanyakan langsung kepada penulisnya.

He..he jadi tulisan ini adalah saduran dari Om Farid Gaban, dimana beliau memberikan rambu-rambu tulisan yang disebut ‘memble’. Ada 7 rambu kegagalan yang disebutkan antara lain :

1. Gagal menekankan segala yang penting , seringkali karena gagal meyakinkan bahwa kita memahami informasi yang kita tulis.

2. Gagal menghadirkan fakta-fakta yang mendukung.

3. Gagal memerangi kejemuan pembaca, masih terlalu banyak klise, hal-hal yang umum. Tidak ada informasi spesifik yang dibutuhkan pembaca.

4. Gagal mengorganisasikan tulisan secara baik, organisasi kalimat maupun keseluruhan cerita.

5. Gagal mempraktekkan tata bahasa secara baik, salah membubuhkan tanda baca dan salah menuliskan ejaan.

6. Gagal menulis secara balans, sebuah dosa yang biasanya merupakan akibat ketidakpercayaan kepada pembaca, atau keengganan untuk membiarkan fakta-fakta yang ada mengalirkan cerita sendiri tanpa restu dari persepsi penulis tentang arah cerita yang benar, atau dengan kata lain menggurui pembaca, elitis.

7. Semua kegagalan itu bermuara pada kegagalan untuk mengkaitkan diri dengan pembaca. Banyak tulisan akan lebih baik, dan banyak tulisan yang dianggap sulit akan menjadi lebih mudah, jika kita ingat bahwa kita tidak sedang menulis sebuah novel besar. kita hanya mencoba menyalurkan sesuatu kepada mereka yang telah membeli (koran) kita.

Nah, setelah membaca pemaparan tersebut diatas boleh jadi kita akan menyambutnya dengan antusias alias mengkaji ulang tulisan-tulisan yang telah kita buat. Tapi bagi saia hal tersebut bukanlah satu-satunya pakem atawa patokan yang harus dipakai oleh setiap penulis. Karena bagi saia kegiatan menulis adalah sesuatu yang tidak boleh dibatasi oleh hal-hal yang bisa meng”kebiri” ke “khas”an isi dan gaya dari sang penulis itu sendiri.

Oleh karena itu dengan ini “saia nyataken bahwa saia menolak rambu-rambu diatas” hehehe….Apakah karena tulisan saia memble.? boleh jadi… tapi EGP..! (karena saia buka wartawan)

Terima Kasih Guru

Dalam rangka memperingati hari “guru” yang jatuh pada tanggal 25 Nopember, kami sebagai manusia yang pernah menjadi “murid” mengucapkan “Selamat Hari Guru Nasional” . Jasa-jasa yang telah engkau berikan semoga mendapat ganjaran dari Tuhan Yang Maha Kuasa,…

Sebagai pengingat jasa-jasa mereka, ada lagu yang mungkin bisa memberikan semangat bagi para guru dan calon guru.

 

Terima kasihku kuucapkan

pada guruku yang tulus

ilmu yang berguna selalu dilimpahkan

untuk bekalku nanti

Setiap hariku dibimbingnya

agar tumbuhlah bakatku

kan kuingat slalu nasihat guruku

terima kasihku guruku

 

Mungkin yang belum ngerti lagunya bisa download di sini

 

 

 

Nb (nulis bawah) : ma’af imagenya “guru” kungfu…, mengingatkan guru smp kami yg jago kungfu ala indonesia alias silat..

GIS di UBUNTU

Penasaran dengan sesuatu yang sifatnya “gratisan” itulah yang membuat jagat ‘maya’ begitu padat “demand” kata-kata “free” alias  “gratis” . Dan kebetulan compie yang dipakai penulis adalah “opensaus” (bukan saus tomat loh)…alias pake linux ubuntu 9.04. Ketika sedang “menyibukkan diri” (gaya..hehe) dengan GIS (SIG), rasanya ingin juga ‘nempelin’ sopwer tersebut di linux Ubuntu ini.

Dengan kemampuan bak profesor (haha lebay..) maka diadakanlah “ritual” pencarian lewat “mbah Gugel”,…dan hasilnya lumayan berkeringat. Karena waktu yang ada hanya cukup untuk lihat “judul”, maka diadakan “penerawangan” judul2 yang ada. Ternyata ketemu beberapa yang tampaknya sudah kadaluarsa, tip-trik yang ada sudah tidak mempan untuk ‘nempelin’ sopwer yang dimaksud.

Semangat yang penulis miliki ternyata masih mampu untuk menggerakkan jari2 untuk mencet keyboard….,sampai pada akhirnya berhenti dan  terpaksa membaca ini. Salah satu sopwer yang ada adalah QGIS atau Quantum GIS, yang bisa nempel di beberapa OS (lihat di sini)

Dan untuk langkah-langkah teknisnya ada di sini, dan setelah melewati tahapan ritual yang lumayan panjang akhirnya penulis berhasil “menarik” sebuah “quantum GIS dari jagad maya….


Mbah Maridjan, Antara Ketaatan & Kefahaman

Berita tentang Gunung Merapi yang kembali beraktivitas memang tidak terlalu mengejutkan, tetapi berita ‘kematian’ sang penjaga Merapi menjadi sangat menghebohkan. Kehebohan muncul ketika jasad beliau ditemukan dalm posisi sujud di dalam rumah. Orang yang sangat bersahaja dan dikagumi oleh banyak pihak ternyata menjemput ajal dalam ‘menetapi’ janjinya serta ‘mentaati’ perintah yang tidak akan pernah beliau khianati.

Banyak yang menyayangkan kepergian beliau dengan cara yang begitu tragis (menyambut datangnya ‘wedhus gembel’), bahkan mencibir kenapa beliau masih ‘kokoh’ mempertahankan apa yang diyakini beliau. Ada juga yang menganggap konyol keputusan untuk tetap tinggal di lereng Merapi.

Lepas dari pro dan kontra yang selalu mengikuti suatu peristiwa, penulis salute terhadap ‘etos kerja’ yang ditunjukkan oleh Mbah Maridjan. Beliau tetap bersemangat walau bahaya telah ada dihadapan, kepatuhan akan perintah ‘atasan’ pantang untuk ditolak.

Takdir telah berbicara, ‘sang penjaga’ Merapi telah menghadap ‘atasan’ yang sesungguhnya dalam posisi bersujud. Tidak ada yang tahu apa yang sedang terjadi ketika maut menjemput beliau, Allohu a’lam.

Berbicara tentang keta’atan, dahulu ketika Nabi Muhammad SAW mengirim utusan ke bani Quraizhah dalam perang Ahzab dan memerintahkan para sahabat untuk sholat ashar di sana. Tetapi apa yang terjadi ketika masuk waktu ashar mereka belum sampai ke tujuan yaitu bani quraizhah, hingga terjadi perdebatan untuk melaksanakan sholat ashar atau melanjutkan perjalanan sampai tujuan, kemudian sholat ashar. Hingga terjadi perbedaan tafsir ‘perintah’ shalat ashar, sebagian melaksanakan di perjalanan dan sebagian lagi melaksanakan sholat ashar di bani Quraizhah.

Ketika berita ini sampai kepada Nabi SAW, beliau pun tidak menyalahkan keduanya. Karena keduanya dianggap benar, walau sahabat menafsirkannya berbeda. Yang pertama  beranggapan bahwa mereka diperintahkan untuk mempercepat perjalanan hingga bisa melaksankan sholat ashar di tujuan, yang kedua beranggapan bahwa perintah Nabi adalah sholat ashar di tujuan.

Jadi dari pelajaran ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ketaatan itu penting, dan kefahaman itu jauh lebih penting. Dan kembali pada etos kerja yang ditunjukkan Mbah Maridjan, beliau beranggapan bahwa yang memerintahkan beliau untuk tetap menjaga merapi adalah Sultan Hamengku Buwono IX. Sehingga ketika Sultan Hamengku Buwono X memerintahkan untuk turunpun diabaikan, karena itulah kefahaman beliau…………wallahu a’lam.

Jika Cinta Allah

pernahkah kamu merasa bahagia
di saat kamu ada bersama kekasih hatimu
jauh pun terasa dekat, sakit pun terasa nikmat
hidup pun seperti bersama malaikat
badai hanya serasa seperti hujan
terik matahari seperti sejuk saja
tak ada masalah …..

takkan ada gulita bila isi hatimu
penuh dengan rasa cinta, cinta kepada Allah
takkan ada air mata jika isi hatimu
penuh dengan rasa rindu, rindu kepada Allah

pernahkah kamu merasa damai
saat sang kekasih ada selalu di sisimu setiap waktu
caci maki serasa seperti puji-pujian
dan suara sumbang sepertinya merdu

Murid vs Guru Atheis

Di manapun yang namanya guru, pasti akan memberikan ilmu yang terbaik bagi murid-muridnya. Begitupun dengan seorang guru yang ‘atheis’, dia akan menurunkan ‘ilmu’ yang dimiliki agar kelak muridnya mengikuti jejaknya  (bukankah begitu..?). Tapi kadang ada hal yang tidak disadari oleh ‘Sang Guru’ bahwa di sekian banyak murid pastilah ada satu-dua yang agak nyeleneh kalau mungkin bisa dikatakan lebih ‘pinter’ dari gurunya ( tapi kebanyakan para guru ber ‘ideologi’ iblis yaitu ‘ana khoiru minhu’ atau  ”aku lebih baik dari kamu (manusia)”).

(mohon ma’af jika benar demikian, tidak bermaksud melecehkan atau merendahkan tapi mengingatkan…, semoga yang masih ber’ideologi’ seperti itu cepat bertobat)

Dalam sebuah dialog di sebuah ruang kelas sang guru bertanya pada murid-murid,..”Anak-anak, apakah kalian melihat tuhan” . Serentak jawaban. “tidak….!”. “coba kalian minta pensil kepada tuhan….”, kata sang guru lagi. “Nah sekarang kalian tahu, bahwa tuhan tidak ada”.

Tidak disangka salah seorang murid maju ke depan, dengan lantang dia bertanya kepada teman-temannya, “teman-teman apakah kalian melihat akal pak guru?”.  “Tidakk….!” jawaban yang hampir serempak. “nah jika demikian pak guru tidak punya akal, karena akal pak guru tidak ada..!

Nah lo…..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.